Peringatan May Day Dilakukan Dengan Beragam Cara
Selasa, 01/05/2012 - 16:57
RIESTY YUSNILANINGSIH/"PRLM"
BURUH PT Selaras Kausa Busana Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi berhamburan keluar dari pabrik setelah disisir pekerja dari perusahaan lain, Selasa (1/5). Mereka mengajak rekan-rekannya menghentikan aktivitas produksi dan turut turun merayakan Hari Buruh.*
RIESTY YUSNILANINGSIH/"PRLM"
BURUH PT Selaras Kausa Busana Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi berhamburan keluar dari pabrik setelah disisir pekerja dari perusahaan lain, Selasa (1/5). Mereka mengajak rekan-rekannya menghentikan aktivitas produksi dan turut turun merayakan Hari Buruh.*
BEKASI, (PRLM).- Perayaan Hari Buruh Sedunia di Kota Bekasi dilakukan dengan beragam cara yang melibatkan sejumlah konsentrasi massa.
Di antaranya, penyisiran industri di kawasan Narogong, Kecamatan Rawalumbu dilakukan untuk mengajak puluhan ribu buruh dari puluhan pabrik turut merayakan Hari Buruh tersebut.
Massa yang bergerak di bawah koordinasi Federasi Serikat Metal Indonesia (FSPMI) Kota Bekasi menyisir pabrik-pabrik yang berada di Jalan Raya Narogong. PT Nirwana Lestari merupakan salah satu perusahaan yang turut terkena penyisiran.
"Rombongan buruh datang dan menggebrak-gebrak gerbang kantor. Mereka mengajak kami ikut berdemonstrasi," ucap Endah (25), salah satu karyawan PT Nirwana Lestari.
Mau tak mau, karyawan pun menuruti keinginan massa yang beranjak menuju pabrik-pabrik di sepanjang Jalan Caringin. Massa menjemput karyawan yang masih bekerja di tiap-tiap pabrik yang dilewati.
"Kami mengajak teman-teman turut merayakan Hari Buruh. Saatnya mereka merayakan sehari saja kebebasan, setelah selama ini kerap ditindas perusahaan," kata koordinator lapangan dari FSPMI, Parta, di sela penyisiran karyawan PT Selaras Kausa Busana.
Parta mengatakan hal tersebut dengan kenyataan masih banyaknya buruh yang harus bekerja lembur tanpa dibayar. Hal tersebut dibenarkan Ani (42) yang bekerja di PT Smart Jaya Indra.
Selama lima tahun bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang garmen tersebut, ia tak pernah mendapatkan cuti haid. Padahal cuti haid merupakan hak pekerja perempuan yang dijamin undang-undang. Demikian pula dengan cuti hamil, sama-sama tidak diterima pekerja.
"Kami juga hanya menerima gaji. Tidak ada tunjangan lain seperti uang makan, uang transportasi, biaya berobat. Mana gaji pun dibayarnya di bawah UMK. Sebulan kami hanya terima Rp 1.250.000," katanya.
Keluhan Ani itu diamini Ros (40) yang sama-sama bekerja di perusahaan tersebut. Menurutnya, ia dan rekan sejawatnya jarang mendapatkan libur. Hari Minggu atau hari lain yang semestinya membebaskan mereka untuk libur pun nyatanya tidak bisa dinikmati.
"Libur pun tetap disuruh masuk dengan iming-iming dianggap sebagai lembur. Tapi uang lembur pun tidak pernah jelas hitungannya. Singkat kata, kami sangat tertindas," katanya.
Tidak hanya Ani dan Ros yang merasa demikian, sehingga permintaan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional pun menjadi salah satu tuntutan buruh tahun ini.
Selain puluhan ribu buruh Narogong yang kemudian memusatkan aksinya di PT Sung Shin, seribu buruh lain yang berdemonstrasi di Kantor Wali Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi menuntut hal yang sama.
"Di kalender pun sudah jelas hari Minggu itu semestinya waktu libur, tapi kami tetap disuruh masuk kerja. Bagusnya tanggal 1 Mei dijadikan libur nasional lagi saja seperti saat pemerintahan Soeharto," ucap koordinator lapangan aksi di DPRD Kota Bekasi, Ismail (31).
Selain mengenai hari libur, pekerja juga mempermasalahkan kebijakan sebagian perusahaan yang melarang mereka membentuk serikat. Padahal undang-undang pun memberikan kebebasan pada pekerja untuk berserikat. "Tapi kenyataannya kami selalu dihalang-halangi," ujarnya.
Anggota Fraksi PKS Ariyanto Hendrata yang berdialog dengan perwakilan buruh menyatakan, DPRD Kota Bekasi siap merekomendasikan kesepakatan bersama pada presiden dan DPR.
Utamanya isu nasional yang keputusannya menjadi domain pemerintah pusat, seperti menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional dan penghapusan outsourcing.
Sementara yang menyangkut tuntutan bagi Pemerintah Kota Bekasi, ia akan memastikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjalankan fungsinya sebaik mungkin.
"Dengan disahkannya peraturan daerah tentang ketenagakerjaan, Disnaker memiliki payung hukum untuk menindak perusahaan nakal yang sudah mengebiri hak-hak buruh," katanya.
Untuk itu, pengawasan yang dilakukan Disnaker harus lebih intensif. Disnaker harus memastikan hak-hak buruh tidak terdzalimi agar tercapai buruh yang sejahtera. (A-184/A-89)***
Selasa, 01 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
PT.PBB Akan Bahas Pengunduran Diri Umuh
Senin, 30/04/2012 - 20:42
BANDUNG,(PRLM).- Komisaris PT. PBB Kuswara S. Taryono membenarkan bahwa direksi PT. PBB telah mendapatkan pernyataan pengunduran diri Umuh. Menurut dia, pernyataan tersebut diterimanya pada Senin (30/4) pagi.
"Tidak jauh seperti yang Pak Umuh sampaikan kepada media. Dalam hal ini kami akan segera melakukan komunikasi internal di jajaran direksi berkaitan dengan apa yang disampaikan Pak Umuh tentang pengunduran dirinya," ucap Kuswara ketika dihubungi Senin (30/4) sore.
Dia menuturkan, PT. PBB sangat memahami mengapa Umuh pada akhirnya mengambil keputusan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya juga sangat menghargai Umuh karena baginya sosok Manajer tersebut bukan hanya mitra kerja melainkan sahabat yang sama-sama berkiprah untuk Persib.
"Kami melihat beliau sebagai sosok yang kiprahnya tidak bisa diragukan lagi. Dalam kurun waktu sekian lama, jasanya sudah banyak ditanamkan bahkan kami sendiri sulit menilai," ucapnya. Umuh menjabat sebagai Manajer Persib sejak musim kompetisi 2009-2010 lalu. Ia menjabat Manajer saat Persib tengah dalam masa transisi menjadi PT.
Kuswara menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan alasan detail pengunduruan diri dari Umuh.
"Karena memang beliau saat ini sedang ibadah umroh. Jadi nanti setelah Pak Umuh pulang ke tanah air, kami akan ada komunikasi yang lebih utuh. Karena itu, hal ini masih harus kami bicarakan," ucapnya.
Selain itu, menurut Kuswara, tentunya dalam pengunduran diri ada mekanisme perusahaan yang harus ditempuh sehingga hal ini harus dibahas lebih lanjut.
Disinggung mengenai pengganti Umuh setelah resmi mundur nanti, Kuswara belum mau berkomentar lebih lanjut. Menurut dia, sejauh ini pernyataan pengunduran diri Umuh baru saja diterima sehingga direksi PT. PBB belum mengambil langkah selanjutnya.
"Untuk sementara ini kami terus menghubungi beliau, karena masih di mekkah. Untuk sementara, tanggung jawab manajer saat ini dilakukan oleh Pak Dedy (Wakkil Manajer-red). Intinya, sevara kelembagaan kami akan mencari solusi yang terbaik.
Dia menuturkan, pengunduran diri Umuh tersebut tidak mengganggu konsentrasi tim yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan "Maung Bandung" selanjutnya.
Dia menuturkan, tentunya para pemain dan juga pelatih telah mendengar kabar mengenai pengunduran diri sang manajer.
"Namun kami juga sudah sampaikan, melalui trio pelatih dan juga Pak Indra Thohir untuk tim bagaimana tetap fokus untuk pertandingan kedepan. Harapan kami, setelah laga kemarin melawan Persipura, mudah-mudahan tim ini lebih bagus penampilannya saat melawan persiwa nanti," ucapnya. (A-197/A-89)***
Jumat, 13 April 2012
Langganan:
Komentar (Atom)